Tampilkan postingan dengan label Root Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Root Android. Tampilkan semua postingan

Cara Root ponsel atau tablet android

1. Langkah pertama adalah menginstal aplikasi UnlockRoot pada komputer Anda yang bisa didownload di sini.
2. Kalau sudah diinstal, siapkan kabel data (USB), kalau belum punya, beli dong :p
3. Lakukan settingan Debugg USB di ponsel Android, caranya masuk ke Settingan/Pengaturan >> Aplikasi >> Development/Pengembangan >> centang “Mode USB debugging..”
4. Hubungkan Android dengan PC/Laptop menggunakan kabel USB yang sudah dibeli tadi :)
5. Jalankan aplikasi UnlockRoot yang sudah didownload di langkah pertama tadi. Tunggu beberapa detik agar aplikasi mengenali perangkat ponsel Android Anda.
6. Klik tombol ROOT pada aplikasi. Silahkan tunggu proses rooting sedang berjalan. Anda bisa sambil menyalakan rokok, saya sambil merokok Djarum Super disini.
7. Biasanya di tengah proses rooting ada tawaran untuk menginstal aplikasi penghemat batterey, Anda boleh menerima tawaran tersebut boleh juga menolak.
8. Kalau proses selesai biasanya ada tulisan Rooted di bagian paling bawah.
9. Setelah itu ada perintah untuk REBOOT perangkat Android, klik oke saja.
10. Selesai, ponsel Android Anda sudah ROOT sekarang.

Dalam percobaan di atas, menggunakan Samsung Galaxy Mini advertisement -->

Cara Root Samsung Galaxy Young


Sebelum kita memulai root kita harus terlebih dahulu mengetahui tujuan dan arti dari root itu sendiri.

Warning!!! (Baca ini sebelum mulai Nge-Root)
  1. HP yang sudah di-root, akan hilang garansinya.
  2. Do This With Your Own Risk.
  3. 99% Kemungkinan Berhasil jika mengikuti proses.
  4. 1% Kemungkinan Gagal, jika gak mengikuti proses yang ada.
Arti dan tujuan dari Rooting – (Root):
Root ( akar ) dimaksudkan kita mampu mengakses  sistem android hingga ke sistem-sistem android yang paling dasar. Dengan menggunakan akses administrator ( Super User ).
Yah, tanpa lama-lama lagi kita mulai proses Rooting untuk HP Gayung (Galaxy Young) kita.
Bahan:
1. Update.zip (download disini)
Proses:
a. Masukkan Update.zip yang telah didownload sebelumnya kedalam mmc.
( Note: Ingat copy kedalam mmc (Memory Card), JANGAN copy ke memory intenal HP ).
( Note: File update.zip jangan diletakkan didalam folder!!!! )
b. Matikan HP. ( Pastikan HP telah bergetar, ini untuk memastikan HP telah mati total )
c. Tekan Volume Up + Power Button + Home Button secara bersaman.

d. Tekan Hingga Muncul Logo Samsung Young, kemudian lepaskan.
e. Hp akan masuk ke menu system recovery
Oh iya pada tampilan menu ini, kita tidak bisa menggunakan layar, gunakan volume Up untuk naik,  dan Volume Down untuk turun, gunakan Home Key untuk memilih.
  1. Pilih “Apply update from sd card”.
  2. Pilih Update.zip yang telah kita masukkan sebelumnya.
  3. Tunggu hingga proses selesai, kemudian pilih “REBOOT” untuk merestart HP.
f. Jika Telah berhasil nge-Root, seharusnya sekarang sudah muncul Logo Android Bajak Laut kayak gini di aplikasi.
g. Selamat, HP GaYung kamu sudah Root
source http://slideupme.wordpress.com/2012/04/27/cara-root-samsung-galaxy-young/#more-9

Tujuan Rooting Android

Proses Root Android atau dikenal dengan istilah "Rooting" berguna untuk membuka akses ke sistem Android. Keuntungan root Android secara garis besar adalah memiliki kontrol penuh terhadap handphone. Kontrol penuh tersebut bila tidak dilakukan secara hati-hati dapat menyebabkan kerusakan sistem. Jadi, jika Anda masih merasa puas atau cukup dengan kemampuan serta fasilitas handphone Android yang dimiliki, maka proses root sebaiknya tidak usah dilakukan.

Bagi pengguna awam, biaya yang dikeluarkan jika akan melakukan rooting dengan bantuan teknisi atau yang ahli rooting berkisar antara Rp.25000 - 100.000, namun jika anda anda mempunyai komputer anda bisa mencari di mbah gugle untuk download aplikasi rootingnya dan jelas tidak perlu mengeluarkan biaya,

untuk rooting IMO Z5 anda bisa membacanya DISINI, Perangkat android yang sudah berhasil di root akan muncul icon aplikasi baru "SUPER USER" dengan icon skull.
berikut adalah beberapa tujuan dari rooting android
Tujuan Pertama 
Dapat Menginstall Aplikasi yang Membutuhkan Akses Root.
Berikut adalah beberapa contoh aplikasi yang membutuhkan akses root yang paling banyak diinstall: App2Card dan Link2SD
Dengan aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memindahkan semua aplikasi ke SD Card.
Titanium Backup 
Aplikasi ini berguna untuk membackup semua aplikasi yang terinstall. Bukan hanya itu saja, aplikasi ini dapat juga mem-back up data-data aplikasi seperti pengaturan (setting-an), dll.
Aplikasi ScreenShot
Berguna untuk mengambil screen shot dari layar handphone.
Wi-Fi tether
Aplikasi ini dapat menjadikan ponsel Android membagi koneksi internetnya melalui jaringan Wi-Fi.
Catatan: pada sistem Android 2.2 Froyo keatas, aplikasi ini sudah terinstall pada handphone.’

Tujuan kedua
Dapat menginstall custom ROM --> .
Apa itu custom ROM? Custom ROM adalah sistem operasi Android kustom (alternatif) atau bukan buatan vendor ponsel. Custom ROM dikembangkan oleh komunitas penggemar sistem operasi Android.
Catatan: dengan melakukan root bukan berarti Anda dapat langsung melakukan instalasi Custom ROM, namun kebanyakan handphone Android membutuhkan akses root bila ingin diinstall custom ROM. 

Tujuan ketiga
Dapat melakukan pengaturan untuk memaksimalkan kinerja ponsel.
Salah satu pengaturan yang dapat dilakukan adalah overclock processor. Dengan melakukan overclock, processor dapat “dipaksa” kerja lebih cepat dari kecepatan bawaannya yang secara keseluruhan dapat meningkatkan kinerja ponsel. Namun demikian, overclock dapat memperpendek usia processor, membuat baterai lebih boros dan cepat panas dan juga ada kemungkinan menyebabkan sistem menjadi tidak stabil. 

Tujuan keempat
Dapat Uninstall Aplikasi Bawaan Pabrik Dengan melakukan root
kita dapat melakukan uninstall aplikasi-aplikasi bawaan pabrik yang tidak berguna dan hanya memenuhi memori telepon. Namun, jika Anda berniat melakukan hal ini sebaiknya berhati-hati, karena jika salah uninstall dapat menyebabkan kinerja handphone menjadi tidak sempurna. Sebaiknya jangan dilakukan bila tidak terlalu diperlukan.

Akibat Rooting Pada Android


Berikut beberapa akibat dari proses rooting android
  • Dapat menghilangkan garansi handphone 
 Kenapa rooting Android dapat menghilangkan garansi? Root itu diibaratkan seperti “segel garansi”. Analoginya seperti ini, apabila Anda membeli komputer buatan pabrik (bukan komputer rakitan), biasanya akan dilengkapi dengan segel atau stiker garansi. Segel ini biasanya akan rusak bila kita membuka casing computer.
 Jika kita ingin meningkatkan kemampuan komputer, misalnya dengan mengganti kartu grafis komputer dengan yang lebih baik, otomatis kita harus membuka casing komputer dan secara otomatis akan merusak segel garansi. Apakah dengan membongkar casing akan menyebabkan komputer menjadi rusak? Tentu saja tidak.
Namun, jika terjadi kerusakan apakah akan menghanguskan garansi? Sudah jelas, karena pihak service center melihat bahwa segel garansi telah rusak dan memberi vonis bahwa komputer rusak karena dibongkar, padahal kerusakan disebabkan faktor lain. --> Sama halnya dengan root Android. Jika HP Anda mengalami kerusakan, misalnya speaker tidak berbunyi dan Anda membawa ke Service Center dengan kondisi ter-root, maka ada kemungkinan klaim garansi akan ditolak dan dikatakan bahwa ponsel rusak akibat proses root, padahal sebenarnya tidak.
Namun sebenarnya Anda tidak perlu terlalu khawatir, berbeda dengan segel garansi, proses root dapat dibalikkan atau ponsel dikembalikan ke kondisi awal. Proses ini dinamakan Unroot. Jika proses unroot dilakukan, maka secara otomatis garansi akan berlaku kembali.

Catatan: Bila ingin membawa HP ke service center, selain dilakukan unroot, sebaiknya lakukan juga factory reset (menghilangkan semua data dan aplikasi yang terinstall)


  • Masalah keamanan 

Sebenarnya untuk yang satu ini masih menjadi perdebatan. Dikatakan bahwa dengan melakukan Root, maka aplikasi-aplikasi malware seperti virus atau Trojan dapat dengan mudahnya masuk ke file sistem dan melakukan pengrusakan atau melakukan pencurian data-data pengguna. Namun demikian, sebenarnya walaupun HP tidak di root, apabila pembuat virus memang “berniat jahat”, maka tanpa root pun, aplikasi virus dapat dengan mudah mengakses sistem file.advertisement

baca juga manfaat Rooting pada android

ROOTING via Superuser

Cara upgrade Froyo to Gingerbread 2.3.3 samsung galaxy mini s5570

Alat alat yang perlu disiapkan :
- Odin Multi Downloadernya
- Kabel Data
- Hapenya
- Kemudian Firmwarenya Gingerbread 2.3.3
- Jangan lupa diperlukan samsung usb driver buat ngedetect kabel usbnya di pc/laptop download disini
download semuanya sudah satu paket disini S5570XXKPF + TASS.OPS
Passwords: samfirmware.com or samsung-firmwares.com

Europe Version of Samsung Galaxy Mini S5570 Firmwares/Stock ROMs
Android Version: 2.3.3 Gingerbread
Build Date: May 07 2011
Released: May 31 2011
Setelah firmware di download, kita install dan jalankan ODin Multidownloadernya.

reboot(reset ) HP ke download mode (tekan tombol volume down(bawah)+tombol tengah+tombol power, bersamaan sampai muncul tampilan downloading)


Hubungkan handphone dengan komputer via kabel usb, dan pastikan status sudah kedetect di odin. dan keluar com port mapping yg warna kuning

3. Kemudian isikan……Tekan OPS, pilih TASS_v1.0.ops
Tekan BOOT, pilih APBOOT_S5570XXKPF_CL189639_REV02_user_mid_true.tar.md5
Tekan PDA, pilih CODECODE_S5570XXKPF_CL189639_REV02_user_mid_true.tar.md5
Tekan PHONE, pilih MODEM_S5570XXKPF_CL189639_REV02_user_mid_true.tar.md5
Tekan CSC, pilih CSC_S5570XXKPF_CL189639_REV02_user_mid_true.tar.md5

Setelah semua sudah siap selanjutnya klik Start, tunggu sampe 3-5 menit. Dan biarkan HP sampai di ODIN keluar tulisan PASS.

setelah selesai default bahasa menjadi bahasa rusia, silakan anda ganti menjadi bahasa inggris, di pengaturan.
source http://fadli-tn.info/blog/tutorial-upgrade-froyo-to-gingerbread-2-3-3-samsung-galaxy-mini-s5570/

The process of rooting

The process of rooting varies widely by device. It usually includes exploiting a security weakness in the firmware shipped from the factory. For example, shortly after the T-Mobile G1 was released it was quickly discovered that anything typed using the keyboard was being interpreted as a command in a privileged (root) shell. Although Google quickly released a patch to fix this, a signed image of the old firmware was leaked giving people the ability to downgrade and use the original exploit to gain root access. Once this exploit is found, a custom recovery image that does not check the digital signature of a firmware update package can be flashed. In turn, using the custom recovery, a modified firmware update can be installed that typically includes the utilities (for example the Superuser app) needed to run apps as root.

Rooting Description

Most devices running Android must be rooted in order to install custom versions of the Android system such as CyanogenMod. The stock configuration (unrooted), user-installed applications do not have direct access to the flash memory chip on the device and are not able to replace or modify the operating system itself. Rooting is also necessary for certain applications and widgets that require additional system and hardware rights such as rebooting the phone, certain backup utilities, and other access to other hardware such as status LEDs. Rooting is also needed to disable or remove manufacturer-installed applications such as City ID. Rooting the phone typically also includes installing an application called Superuser that supervises which applications are granted root rights.
 
© Copyright All About Android 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Noval Blogger Bima | Published by Premium Wordpress Themes
Root Android - All About Android